Minggu, 28 Februari 2010

KA'BAH DI MAKKAH

TERNYATA KA'BAH, MONUMEN TERTUA DI BUMI ??? WALLAHU A'LAM

OLEH: DIDI SUDIRJA

Menurut sebagian riwayat, Ka’bah sudah ada sebelum Nabi Adam AS diturunkan ke bumi, karena sudah dipergunakan oleh para malaikat untuk tawwaf dan ibadah. Bagaimana sejarahnya…?

Berbagai keajaiban dunia telah sering diceritakan dan ditulis dalam berbagai buku. Tetapi ternyata keajaiban dunia tersebut tidak ada satupun yang dapat menandingi, apalagi melebihi keajaiban Ka’bah Al-Musharaffah di kota Mekkah Al-Mukarramah, kota suci umat Islam.
Ka’bah sebagai lambang pemersatu umat Islam, setiap detiknya tidak pernah kosong dikelilingi oleh mereka yang melakukan Tawwaf, apalagi di musim ibadah haji. Tawwaf mengelilingi Ka’bah berlangsung sepanjang hari, tidak terkecuali tengah malam dan dinihari, ribuan orang bahkan jutaan umat muslim dari berbagai penjuru dunia, melakukan tawwaf, berdzikir dan sembahyang kepada Allah Aza Wazala.
Ketika umat Islam mengunjungi Masjidil Haram, maka pada saat itu pulalah mereka akan bertawaf, berkeliling Ka’bah sebanyak 7 kali sambil mengumandangkan doa-doa.Selama berkeliling tersebut, atau kalau sudah selesai mengelilinginya, kalau ada kesempatan jamaah disunatkan melakukan sembahyang, baik di daerah Multazam (suatu tempat antara lubang tempat melihat atau mencium hajar Al-Aswad) diantara Maqam Ibrahim, dan Ka’bah atau Hijir Ismail.
Menurut sebagian riwayat, Ka’bah sudah ada sebelum Nabi Adam AS diturunkan ke bumi, karena sudah dipergunakan oleh para malaikat untuk tawwaf dan ibadah. Ketika Adam dan Hawa terusir dari Taman Surga, mereka diturunkan ke muka bumi, diantar oleh malaikat Jibril. Peristiwa ini jatuh pada tanggal 10 Muharam.
Dalam keadaan gelap gulita Adam dan Hawa harus menerima kenyataan suratan takdir menempuh hidup baru di muka bumi. Menurut sebuah catatan, Adam diturunkan di bukit Ruhun Surandib kawasan Sailan Hindia, sedangkan Siti Hawa di Kawasan Tanah Jeddah Saudi Arabia. Mereka terpisah di tempat yang sangat jauh.
Kemudian Allah menyuruh malaikat Jibril turun ke bumi agar menemui Adam supaya melaksanakan ibadah Haji, yakni Tawwaf bersama Hawa. Maka atas petunjuk Tuhan Adam mengadakan perjalanan panjang menuju tanah Arab guna mencari Siti Hawa. Setelah mengadakan pengembaraan bertahun-tahun menyusuri padang pasir dan bukit bebatuan yang cukup terjal, akhirnya bertemulah Adam dengan Hawa. Tempat pertemuan mereka yaitu di sekitar Padang Arafah sekarang. Disebut Arafah artinya “tempat mengenal kembali”.
Keduanya kemudian mendapat perintah untuk melakukan tawwaf mengitari Hajar Aswad di tengah-tengahnya. Di tempat inilah Nabi Adam melakukan doa pertobatan bersama Siti Hawa, siang malam sambil menangis, atas segala dosanya.
Setelah Nabi Adam wafat, masjid Baitul Makmur dijadikan rumah ibadah oleh Nabi-nabi sesudahnya, salah satunya Nabi Nuh AS. Maka saat terjadi banjir bandang yang maha dahsyat di zaman Nabi Nuh. AS, masjid Baitul Makmur yang didalamnya terdapat Hajar Al Aswad, yang oleh manusia modern sekarang diyakini sebagai batuan meteorit yang jatuh ke bumi dan tidak terbakar oleh atmosfir, ikut tenggelam di telan banjir. Konon, menurut riwayat, atas izin Allah masjid Baitul Makmur lalu dipindahkan ke langit ke tujuh oleh para malaikat, dan kemudian dijadikan kiblat untuk ibadah para malaikat di ufuk cakrawala langit tertinggi di alam raya.
Ketika Nabi Muhammad SAW naik ke langit saat malam Isro Mi’rajnya tanggal 27 Rajab, Beliau sempat melakukan sembahyang di masjid Baitul Makmur ini. Nabi bertindak sebagai imam, dan para malaikat ikut menjadi makmum.
Dikisahkan pula, pada era milenium kedua SM (abad ke 20 SM) akhir zaman Nabi Ibrahim AS dan putranya Ismail AS, saat menunaikan tugasnya sebagai nabi dan rasul di Jazirah Arab tepatnya kota suci Mekkah Al-Mukaramah di era Tirani imperium kerajaan Namruzd berkuasa, Ibrahim bersama putranya mendapat tugas untuk membangun kembali Ka’bah Baitullah ini. Ibrahim AS kemudian menjadikannya sebagai pusat ibadah agama tauhid sesuai dengan yang disyariatkannya saat itu.
Namun, sepeninggal Nabi Ibrahim dan Ismail, berabad-abad kemudian bangsa Arab kembali kepada kemusyrikan. Ka’bah Baitullah diisi dengan bermacam-macam berhala dan patung yang disembah-sembah sebagai Tuhan.

Pusakan Gajah Abrahah menggempur Ka’bah
Dikala umat manusia dalam kegelapan dan kehilangan pegangan hidup, lahirlah seorang bayi yang kelak membawa perubahan besar bagi sejarah peradaban dunia. Bayi itu tak lain dan tak bukan adalah Nabi Muhammad SAW.
Bayi itu diberi nama Muhammad, suatu nama yang belum pernah ada sebelumnya. Menurut perhitungan para ahli saat kelahirannya bertepatan dengan tanggal 20 April 571 M.
Suatu riwayat mengatakan bahwa tatkala Adul Muthalib membawa bayi Muhammad ke Ka’bah yang penuh dengan macam-macam berhala, tiba-tiba berhala itu berjatuhan dari dinding Ka’bah.
Bertepatan dengan kelahiran Nabi Muhammad SAW ini, kota Mekkah diserang oleh pasukan invantri yang berkendaraan gajah, di bawah pimpinan komando Raja Abrahah, seorang gubernur dari propinsi negara bagian kerajaan nasrani Abesinia yang memerintah di Yaman.
Mereka bermaksud menghancurkan Ka’bah. Namun sebelum maksud mereka tercapai, Allah SWT telah mengirimkan sekawanan burung Ababil yang menghancurkan pasukan tersebut sebagaimana diabadikan dalam Al Qur’an surat Al-Fiil 1 – 5. Mereka hancur luluh berantakan dilempari batu-batu kerikil yang diambil dari neraka Sijil, yang mengandung zat-zat kimia dan daya penghancur nuklir biologis – kimia.

Ka’bah Dibersihkan
Selama Rasulullah SAW masih berada di Mekkah dan enam belas bulan sesudah hijrah ke Madinah, umat Islam dalam sholatnya menghadap ke arah masjidil Aqsha di Yerusalem, yang juga berabad-abad menjadi kiblat agama Yahudi. Penyebabnya karena waktu itu Ka’bah telah penuh dengan patung dan berhala, bahkan disebutkan tidak kurang dari 360 buah patung bertengger di samping Ka’bah.
Sesudah itu Allah memerintahkan kepada Nabi untuk mengalihkan kembali Kiblatnya ke Masjidil Haram seperti difirmankan Allah dalam Al Qur’an Surat Al Baqqarah ayat 149 dan 150. Sejak itu maka umat Islam dalam melakukan sholatnya tidak lagi ke arah Masjidil Aqsha.
Rasulullah SAW mengerti jika Masjidil Haram harus menjadi Kiblat kembali, maka segala patung dan berhalanya harus dibersihkan. Namun, tidak mungkin berhala dan patung bisa disingkirkan dari Ka’bah tanpa merebut dan menduduki kota Mekkah yang dalam beberapa waktu saat itu dikuasai oleh kaum kafir Quraisy.
Penaklukan kota Mekkah-pun segera dilakukan dengan mengerahkan 10.000 pasukan muslim lengkap dengan senjatanya, dan akhirnya berhasil tanpa perlawanan dari pihak kafir. Tanpa turun dari untanya Nabi mendekati Ka’bah untuk melakukan tawwaf 7 kali. Tetapi ketika hendak memasuki Ka’bah ternyata pintunya di kunci oleh penjaganya yakni Utsman bin Talha.
Melihat keadaan ini dengan cepat tanggap Ali bin Abi Thalib segera merebutnya sendiri dari tangan penjaga Ka’bah, lalu hendak membuka pintunya. Tetapi Rasulullah SAW memerintahkan agar anak kunci itu dikembalikan kepada penjaga Ka’bah yang sudah tua renta itu.
Tersentuh oleh akhlak Nabi yang mulia ini maka Utsman bin Thalha tidak saja membukakan pintu Ka’bah untuk Rasulullah, tetapi juga dengan suara gemetar mengucapkan dua kalimah syahadat.
Kemudian Rasulullah masuk ke dalam Ka’bah. Semua patung dan berhala yang berjumlah 360 buah lalu disingkirkan dan dihancurleburkan. Maka bersihlah Ka’bah dari kotoran syirik, bersih seperti sediakala saat pondasinya diletakkan dan dibangun kembali oleh nenek moyang Nabi Muhammad SAW yaitu Nabi Ibrahim AS dan Ismail AS.
Peristiwa itu terjadi pada tanggal 10 Ramadlan tahun ke-8 sesudah Hijriyah. Hal ini memenuhi ramalah Nabi Musa AS sebelum wafatnya, sebagaimana tersebut pula dalam Kitab Perjanjian Lama – kitab Ulangan 33 : 2; “Dan dia berkata; Tuhan datang dari Sinai dan bangkit dari Seir kepada mereka, dia memancar dari Bukit Faran, dan dia datang bersama sepuluh ribu orang beriman, dari tangan kanannya memancar hukum yang menyala bagi mereka.” (Diterjemahkan dari kitab Bibel Society).
Keterangan ini memberi penjelasan bahwa agama Allah ialah yang dibawa oleh RasyulNya yang menerima wahyu dari Sinai yaitu di atas bukit Thursina, yakni Nabi Musa AS. Lalu agama itu bangkit lagi dibawa oleh Rasul dari Yerusalem yang termasuk daerah Seir yakni Nabi Isa binti Maryam, kemudian memancar dari Bukit Faran yakni Bukit Hira di Mekkah melalui Nabi Muhammad SAW. Beliau datang membawa sepuluh ribu orang yang beriman sekaligus menaklukkan kota Mekkah, juga membawa hukum yang tegas untuk menghancurkan orang-orang musrik dan semua patung maupun berhala yang disembah orang-orang Quraisy saat itu.
Pada tahun 8 Hijriyah atau tahun 630 Masehi Nabi Muhammad SAW menetapkan bahwa segala macam patung dan berhala termasuk gambar dan tulisan huruf di dalam dan diluar Ka’bah yang tidak ada kaitannya harus disingkirkan. Sehingga mulai saat itu Ka’bah bebas dari kehadiran berbagai macam berhala-berhala dan patung juga gambar-gambar ornamen, relief, baik besar maupun kecil, baik kongkrit ataupun abstrak, termasuk simbol-simbol religius mistik yang menjurus kepada kemusyrikan.
Ka’bah dibungkus oleh tirai yang disebut Kiswah. Warnanya hitam dan dihiasi dengan tulisan kaligrafi ayat-ayat Al Qur’an. Setiap tahun selalu diganti dengan yang baru. Yang pertama kali memberi kiswah kepada Ka’bah adalah Raja Assad Tubba, dari Yaman Selatan.
Demikian, selamat bertawwaf di Ka’bah. Semoga menjadi haji mabrur!

****(( Baca Selengkapnya ))****

Kamis, 28 Januari 2010

Panen Award

RAINBOW AWARD INI AKU DAPATKAN DARI SAHABAT RACHMAD

Ternyata masih banyak kawan-kawan yang ingin bagi-bagi award, gak tangung-tangung ngasih langsung 7 buah. ketuju buah rainbow award ini adalah pemberian dari sahabatku yang namanya dah gak asing lagi di dunia maya dialah mas rachmat yang punya blog http://therachmat.blogspot.com/

Saya ucapkan beribu-ribu terima kasih buat mas rachmat atas rainbow awardnya semoga dengan award ini persahabatan kita tambah erat meskipun hanya dalam dunia maya dan juga mudah-mudahan tetap semangat ngeblog bersama kawan-kawan Blogger tanpa terkecuali.










































****(( Baca Selengkapnya ))****

Rabu, 27 Januari 2010

Selamat Ulang Tahun

HARI INI ADALAH HARI ULTAH PUTRIKU DIAH AYUNENGTIYAS YANG KE DUA

Al hamdulillah putriku sekarang udah umur dua tahun walaupun bicaranya masih nggak lengkap tp bisa dimengerti dan lucunya kalau ditannya "bpknya dimana?" dia jawab "jakata" padahal bpknya disaudi he he he jadi TKI "cari apa " jawabnya" wit" (duwit) "buat apa?" dia jawab "jajan dede".

Anak adalah titipan dari yg kuasa baik dan tidaknya anak tergantung kedua orang tuanya semoga aku bisa mengenban amanah ini biar kalau dia besar nanti menjadi anak yang sholehah berbakti pada kedua orang tuanya, bangsa dan negaranya amin.



****(( Baca Selengkapnya ))****

Minggu, 06 Desember 2009

Hajjah Hindun

LABAIK ALLAHUMMA LABAIK ... LABAIKA LAA SYARIKALAKA LABAIK.....

Al Hamdulillah akhirnya bisa selesai juga nenek saya menunaikan ibadah haji rukun islam yang ke lima walaupun umur nenek saya 75 tahun tapi masih kuat untuk berjalan towaf mengelilingi ka'bah dan sa'i dari bukit shofa ke bukit marwah jauh sebelumnya aku sebagai cucunya yg kebetulan bekerja dimakkah dapat amanah dari keluarga famili untuk mengawal beliau dan menjaganya sampai selesai, hal ini membuatku harus menghubungi petugas haji dari ketua kloternya dan akhirnya mendapat sambutan baik dari mereka untuk mengawal nenek saya.

Jama'ah haji Indonesia dari kabupaten kediri mendapatkan kloter 35 turun di jedah terus menuju kemadinah, sesampai dimadinah ada kabar nenek saya hilang dari rombongan dicari2 sama teman-temannya 2 hari baru ketemu ditanya sama teman2nya beliau pisah dari rombongan terus diam didalam masjid nabawi nggak makan cuma minum air zam-zam saja memang kasihan tp saya tak bisa berbuat apa2 karena aku be
rada di makkah, setelah 10 hari rombongan kloter 35 menuju ke mekkah disinilah aku mulai mengawal beliau sampai selesai.

SEMOGA MENJADI HAJI YANG MABRUR










****(( Baca Selengkapnya ))****

Senin, 16 November 2009

Peringatan Allah

BENCANA ADALAH PERINGATAN DARI SANG PENCIPTA

KISAH PERJALANAN BENCANA
Oleh : Idris Nawawi

Keasrian alam semesta yang mulai rusak ditimpa bencana yang datang silih berganti. Terik mentari yang mulai menyengat, air hujan yang mulai meneggelamkan, desiran angin yang membawa kerusakan dan hangatnya api yang menjadikan sebuah malapetaka.
Bumi yang dahulu asri kini berubah menjiadi air bah yang menutupi ratusan desa. Ribuan rumah penduduk menjadi rata oleh ulah bumi yang terus menjalar lewat Lumpur panasnya. Pepohonan yang mulai tumbang oleh tangan manusia dan air sungai menjadi sebuah lautan yang sangat mengerikan. Angin mulai bebas berkeliaran tanpa adanya peredam dari pepohonan yang kokoh.

Dasar bumi yang mulai keropos dengan kehilangan zat minyak yang terus diambil setiap hari., pertumbuhan mulai tersendat dengan banyaknya bangunan yang membuang limbah zat kimia. Kini bumi berstatus tidak aman karena kerapuhannya. Berbagai sifat bencana yang mudah menghancurkan sifat bumi membawa dampak yang sangat menakutkan, nyawa manusia bagai tiada berharga, kehancuran tempat tinggal bagai sebuah pemandangan biasa. Jerit tangis dari orang yang ditinggalkan bagai sekilas pantun yang sesaat dihayati dan sesudahnya ditinggalkan tanpa ada rasa beban.

Sebuah kecaman dan kemurkaan dari sang pencipta alam semesta bagai sebuah pelita sesaat. Dimana orang-orang akan merasa takut suatu kegelapan dan cepat mencari lentera, namun disaat terang telah tiba, lentera akan dicampakkan semudah kita mematikan api lilin. Kini bencana mulai mewabah diberbagai daerah tanpa bisa kita cegah, kematian yang begitu tragis, kesedihan yang tanpa batas, amarah yang tiada bisa terlampiaskan dan kehilangan yang tiada bisa kembali lagi.
Sebuah tangisan yang sangat menyayat hati kerap terdengar diantara pandangan yang tertuju pada reruntuhan dan nyawa manusia yang telah menyatu. Isak tangis dibalik cucuran air mata kerap terdengar sebuah do’a “Kapan bencana akan berakhir?“. Sungguh sangat mengerikan setetes azab yang dituangkan dimuka bumi. Dan azab ini akan terus menerus datang menerpa bumi yang kian rapuh. Sebuah keadilan benar-benar telah ditunjukkan oleh Allah SWT sebagai simbol bayaran atas kelalaian umat manusia yang lebih mementingkan hidup penuh kemaksiatan.

Lalu bagaimana mengatasinya ? semua kembali kediri kita masing-masing sebagai penghayatan intropeksi diri, bisakah kita mengendalikan hidup ini kejalan yang diridhoi-NYA ?
Sesungguhnya bencana kerap terjadi karena amal manusia yang lebih banyak diarahkan kejalan kedzoliman, seperti yang sudah dituliskan dalam kitab Mizanul Qubro. Dalam kitab ini banyak menjelaskan tentang sebuah perjalanan bencana, kapan bencana diciptakan, karena apa bencana ada dan mulai kapan bencana ditetapkan.

Inilah kisah bencana selengkapnya.
Ihwal pembedaran kitab Mizanul Qubro menerangkan :
Bahwa Allah SWT menjadikan sebuah bencana hanya satu kali dalam setahun, tepatnya bulan safar di penghujung hari rabu ( Hari rabu paling akhir dibulan safar ). Dari bencana yang sudah ditetapkan, sesungguhnya semua adalah sebuah pertimbangan dari jutaan kenikmatan yang sudah diberikan pada setiap diri manusia. Dan bencana ini hanya diciptakan dari setitik air yang ada di lautan luas ( Ringan dan mudah diatasi ). Dari setitik bencana yang telah tercipta, Allah SWT menciptakan pula penangkalnya sehingga sifat bencana tidak sampai terjadi, yaitu dengan sebuah keikhlasan hati untuk bersodakoh diimalam rabu pungkasan bulan safar.

Namun melihat kenyataan yang ada, manusia lebih banyak menutup diri dalam hal bersodakoh, sehingga ketentuan dari hukum Allah SWT, lewat sebuah mizan/timbangan 70 % dari makhluk hidup yang ada lebih memetingkan menghanburkan uang kejalan yang kurang bermanfaat dari pada bersodakoh mengikhlaskan sedikit uangnya menuju hidup bermanfaat. Lewat wasilah yang diambil dari kitab, Iqodzul Himam, bencana akan terus melanda diberbagai daerah seiring pertahanan dari do’a manusia mulai memudar. Semua berawal dari malasnya mereka memahami tentang keluasan ilmu agama.

Kisah rentetan bencana yang bakal terjadi di seluruh permukaan bumi, jauh dizaman walisongo sudah diingatkan oleh sosok tokoh Waliyullah kanjeng Syeikh Siti Jenar. Beliau disaat detik terakhir menerima ajalnya, lewat eksekusi hukum pancung karena dekrit pemahaman HHHH ketauhidannya yang tidak sepantasnya diajarkan kepada masyarakat awam pada masa itu, beliau mengingatkan kepad seluruh umatnya, “ ingat !! wahai kalian semua, sepeninggalnya aku nanti, sebelum datangnya bulan kelahiran Rasulullah SAW, Allah SWT akan mengingatkanmu dengan bencana yang turun menghancurkan kalian semua “. Sepintas, kata bahasa Kanjeng Syeikh Siti Jenar kala itu seperti bernada ancaman yang ditujukankepada seluruh umat manusia, karena kematian dirinya yang berakhir sangat tragis. Namun bila dihayati secara tahkikul ilmi, “ suatu kemustahilan dari seorang derajat Waliyullah masih mempunyai perasaan dendam pada mahluk sesamanya”. Ucapan Waliyullah adalah kejujuran, bahasa Waliyullah adalah Kalam Allah SWT, yang benar adanya, jadi apa yang dimaksud dengan perkataan kanjeng Syeikh Siti Jenar yang berbau kecaman tersebut. Inilah jawaban dari kitab IQODZUL HIMAM.
“ Sesungguhnya ucapan Syeikh Siti Jenar itu benar adanya, beliau mengingatkan kepada seluruh umat manusia untuk selalu diingat bahwa sebelum datangnya bulan maulud dimana Rasulullah SAW dilahirkan, kita semua akan menapaki bulan sebelumnya yaitu bulan safar yang mana didalamnya Allah SWT menciptakan bentuk bencana untuk mengingatkan seluruh makhluk ciptaannya agar selalu mengikhlaskan sedikit harta bendanya disodakohkan terhadap yang lebih membutuhkan, sehingga bencana yang telah tercipta menjadi sebuag rohmat untuk kemanfaatan seluruh bangsa manusia”.

Nah, dari kisah Syeikh Siti Jenar pula akhirnya seluruh masyarakat tanah jawa selalu diingatkan dengan kebudayaan adat istiadat yang hampir dilakoni oleh anak-anak yaitu semua anak-anak saling berbondong melantunkan pujian panjang umur, dari satu rumah ke rumah yang lain, tepatnya dimalam rabo terakhir bulan safar, sambil meminta keikhlasan yang punya rumah untuk memberinya sekeping recehan. Namun mengapa bencana kerap terjadi dan terus membawa korban nyawa manusia. Inilah yang harus kita pikirkan secara seksama.

Dalam kitab Mizanul Qubro, Allah SWT telah berjanji “ Tiada yang selamat dari murkaku, sesungguhnya kalian semua adalah ciptaanku yang kapanpun selalu kuberi rohmat dan kuberi azab tergantung amal kalian yang diarahkan kejalan mana, kemanfaatan atau kemaksiatan “.
Bahkan dalam keluasan ilmu Allah SWT, yang dituliskan oleh tokoh Waliyullah Mindarojatil Quthbil Muthlak, Imam Ibnul Arabi, beliau menegaskan : “ Sesungguhnya Allah SWT, telah menciptakan bentuk bencana disela bulan yang telah ada ( Safar ) dari bentuk bencana yang hanya sepertiga tetes air ini mampu menghancurkan sepuluh gunung sekaligus, menenggelamkan daratan dengan hitungan detik dan mampu melenyapkan 700 juta nyawa manusia disetiap detiknya, “ lanjutnya . “ Bencana akan terus datang dimuka bumi ini karena manusia sendiri yang meminta lewat sebuah kekufuran, kedzoliman, kemaksiatan, kemunafikan dan meninggalkan apa yang sudah menjadi kewajiban/ketetapan hukum. Sehingga dengan janji-NYA, Allah SWT terus memberikan peringatan kepada seluruh makhluk hidup agar bersiap diri menuju jalan hidup yang penuh manfaat “.

Menurut Imam Sanusi “ banyaknya bencana yang sering terjadi dimuka bumi ini adalah suatu hadiah yang diberikan oleh orang-orang dzolim sehingga yang lain akan bisa lebih berfikir lewat kaca cermin dari bentuk musibah yang bisa kita lihat sebagai makna tafakur instropeksi diri untuk cepat-cepat beriman dan menebalkan keyakinan hati “.
Nah, sebagai perjalanan bencana yang harus dicermati, Habib Syeikh Imam Suyuti membeberkannya sebagai berikut, bencana selalu mengiringi dimana kedzoliman telah melampaui batas hukum syar’i wal bathin, diantara runtutan bencana yang terlahir dimuka bumi hampir semuanya dari ulah sifat manusia yang banyak salah kaprah dalam menjalankan arti hidup, diantaranya, “ Memanfaatkan fasilitas ibadah untuk tujuan politik/musyawarah yang didalamnya penuh hujatan terhadap sesama hamba Allah SWT, para ulama yang mulai rapuh dengan imingan harta benda, zinah yang kian transparan, akal yang mulai berani menyekutukan keagungan Allah SWT, manusia yang banyak putus asa dan menutup hatinya untuk terus mencari arti materi secara mudah ( pesugihan ) dan lain sebagainya.

Sedangkan menurut Imam Ibnul Khoas, “ terjadinya bencana karena ulah sekelompok manusia dzolim sehingga manusia yang tidak berdosa kena imbasnya pula. Seperti yang dicontohkan dalam syarah kitab, Khomsinal Akoid, disitu dijelaskan bahwa, turunnya bencana akibat ulah sekelumit manusia yang menjual dirinya demi kebutuhan materi, dengan adanya satu orang saja berperilaku seperti ini niscaya satu wilayah ( kabupaten ) akan kena azabnya semua”.

Kembali kepemahaman bencana, yang disarikan dari kitab Mizanul Qubro. Dalam satu tahun sekali Allah SWT,menciptakan bentuk bencana, Nabiyullah Hidir AS, selaku Sulthonurrijal, yang menjaga bumi dan lautan, akan membagi bencana tersebut menjadi empat bagian yaitu pada sifat bumi, air, api dan angin.

Sifat bumi. Mencakup bermacam bentuk bencana seperti, bencana yang terlahir dari lava gunung, bebatuan, pepohonan, dan alat yang dibikin oleh manusia (transportasi).

Sifat air. Mencangkup berbagai bentuk bencana, seperti bencana yang terlahir dari bentuk air bah, ikan yang memakan manusia, karang yang bisa membelah kapal dan lain sebagainya.

Sifat api. Mencangkup satu sifat yaitu, bencana yang terlahir dari bentuk bara api.

Sifat angin. Mencangkup keseluruhan sifat alam dan dari sifat angin ini bencana lebih banyak terjadi.

Sebuah dhaukiyah dari Habib Nur Ali perjalanan bencana selama satu tahun ini apabila tidak ada yang bisa mencegahnya, niscaya segala bencana ini akan mempunyai jumlah yang setiap saat bisa meluluh lantakkan alam jagat raya. Yaitu 1.700 bencana alam setiap tahunnya. Dan bencana ini terbagi kedalaman empat sifat yang berbeda ( 400 bencana dibawa oleh sifat bumi, 300 bencana dibawa oleh sifat air, 170 bencana dibawa oleh sifat api dan 830 bencana lainnya dibawa oleh sifat angin ).

****(( Baca Selengkapnya ))****

Minggu, 01 November 2009

Mbah Google kasih PR 3

AKHIRNYA HARI INI MBAH GOOGLE NGASIH PAGE RANK JUGA


Dunia ini memang penuh misteri begitu juga dengan mbah google yang selama ini banyak blogger yang dibuat bingung olehnya. coba bayangkan banyak blogger yang menerapkan dari ilmu SEO yang telah banyak di beberkan oleh para pakar blogger untuk mendapatkan rengkeng dari google. salah satunya adalah banyakin postingan sering blogwalking dsb. tapi selama tiga bulan ini saya nggak pernah posting banyak cuma sebulan satu postingan aja anda bisa lihat di arsip blog ini, untuk blogwalking terus terang selama tiga bulan ini saya juga jarang ya karena banyak kesibukan kerja ofline dan faktor lain sinyal konek internet saya lemot jadi juga agak males.

Memang blog ini selama bikin saya semangat blogwalking dan banyakin backlink sekitar tiga bulan sampai trafic alexa saya meningkat drastis mencapai 7 ratus ribu tapi sekarang kembali 1 juta lagi sungguh memprihatinkan dan menyedihkan kenapa alexa juga bikin pusing tapi tak apa walaupun alexa sekarang lagi nggak bersahabat yang penting mbah google sayang ama saya he he he .

Jadi kesimpulannya PR mbah google itu tak bisa di diterapkan sepenuhnya dengan ilmu SEO walaupun banyak yang berhasil menerapkannya tapi juga tak sedikit yang gagal dengan tips dan trik ilmu SEO dan tentunya kawan-kawan semua yang belum mendapatkan PR jangan putus asa untuk mendapatkan PR dari mbah Google di tunggu aja nanti juga di kasih he he he.

Harapan saya dengan PR ini mudah-mudahan semangat ngeblog tumbuh lagi dan jangan lupa kritik dan saran yang membangun kami harapkan dari sahabat blogger semua.

****(( Baca Selengkapnya ))****

Minggu, 18 Oktober 2009

Haji Copet

AWAS !!!!! ADA HAJI COPET SETIAP MUSIM HAJI

Makkah adalah tempat rosullulloh di lahirkan dan dimakkah pula terdapat ka’bah yang jadi kiblat orang islam. dan juga tempat untuk menunaikan ibadah haji rukun islam yang kelima.

Bagi kawan-kawan yang keluarganya mau menunaikan ibadah Haji alangkah baiknya diingatkan jgn suka bawa duit yang berlebihan waspada ada copet yang telah ditugaskan ama bosnya.

Postingan ini bukanlah tentang bisnis internet akan tetapi juga berbau tentang bisnis hitam dunia nyata. Mengapa saya katakan begitu? Karena artikel ini saya ambil dari kisah nyata seorang teman saya yang lagi tabarukan di syekh Muhammad aly al-maliky makkah.

Begini ceritanya kalau nggak salah kisah ini terjadi ditahun 2007 pada tahun itu bertepatan musim haji. maka datanglah berduyun-duyun jamaah haji dari berbagai Negara termasuk dari Indonesia yang paling banyak jumlahnya ke makkah al-mukarromah . Waktu itu teman saya lagi cari makan malam dimath’am lepas itu dia duduk santai di trotoar dekat hotel para jamaah haji Indonesia. Tak tahu ada yang menegur disampingnya sebut saja namanya J dan teman saya M mari kita ikuti dialog mereka:

J . ” adek seorang mukimin apa jamaah haji?”
M. ” saya mukimin dan pelajar disini “
J. ” adek tahu orang yang berjalan itu bawa duwit banyak”
M. ” nggak tahu pak emangnya kenapa pak?"

J. ” gini dek sebenarnya saya ini pencopet /jambret saya datang haji ini nggak niat haji tapi dapat tugas dari bos saya untuk ngambilin duwit orang yang banyak uangnya, saya kesini yang ngongkosi bos saya dengan target bisa ngumpulin duwit tiga kali lipat dari ongkos haji itu.

Subhanallah mana ada pencuri mengaku pencuri tapi di tanah suci makkah ini seorang pencopet tanpa ditanya membeberkan jadi dirinya didepan teman saya, oleh karena itu peringatan buat jamaah haji jangan bawa uang banyak-banyak bawalah uang secukupnya untuk bekal haji karena ditanah suci makkah jangan dikira nggak ada orang jahat.

****(( Baca Selengkapnya ))****

Senin, 21 September 2009

Selamat Idul Fitri

MINAL 'AIDIN WAL FAIZIN MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN

Bulan Ramadhan tak terasa telah terlewati aku tak bisa menahan air mata ini berpisah dengan bulan yang suci, bulan yang banyak berkah dan terdapat LAILAUTUL QUDAR bulan seribu bulan semoga kita bisa ditemukan bulan Romadlon lagi, 1 Syawal telah tiba orang Muslim sedunia merayakan hari raya IDUL FITRI dengan cara bersilaturrahmi saling maaf-memaafkan kesalahan atau kehilafan masing-masing di antara sesama. begitu pula saya pribadi belum sempat bersilaturrahmi kerumah teman- teman karena ya jauh sih antara saudi dan indonesia tapi dgn blog ini kita jadi dekat dan dengan blog ini pula bisa mewakili saya untuk mengucapkan: SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1SYAWAL1430.H MINAL'AIDIN WALFAIZIN MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN jadi mulai sekarang kita dah kosong-kosong ya sob.....



****(( Baca Selengkapnya ))****

Followers

ingin photo anda nampang keren diblog ini silahkan klik sign this guestbook di bawah ini lalu isi nama foto dan coment anda:

free counters

Page Ranking Tool Submit Your Site To The Web's Top 50 Search Engines for Free!
Search Engine Optimization and SEO Tools

Template by: Abdul Munir
Website: 99computercity